Light Articles. Read Now!

Table of Content

Jam Yang Terlambat Berdetak - CERPEN MASDOLY 2026

Jam tua itu selalu lima menit terlambat. Tak ada yang tahu mengapa, bahkan Cahyo yang mewarisinya dari kakeknya sendiri.

jam tua kuno
Image by foupax from Pixabay

Jam tua itu selalu lima menit terlambat.

Tak ada yang tahu mengapa, bahkan Cahyo yang mewarisinya dari kakeknya sendiri. Jarum detiknya bergerak lambat, seolah ragu untuk melangkah ke masa depan. Jam itu juga satu-satunya benda yang tetap berdetak saat listrik padam, gempa datang, atau waktu terasa berhenti.

Suatu malam, tepat pukul 23.55 (menurut jam tua itu) Cahyo tanpa sengaja memutar knop kecil di belakangnya. "Klik....".

Udara mendadak terasa berat. Dinding kamarnya memudar seperti lukisan yang dicuci hujan. Saat Cahyo membuka mata, ia berdiri di halaman rumah yang sama… tetapi lebih kecil, lebih baru, dan dipenuhi suara tawa.

Di depan pintu, seorang anak laki-laki berlari sambil memegang pesawat kertas. Anak itu terjatuh, lututnya berdarah, namun ia tidak menangis.

Cahyo membeku.

Anak itu adalah dirinya sendiri.

Hari-hari berikutnya, Cahyo menemukan pola. Setiap kali jam menunjukkan lima menit terlambat dan knop itu diputar, ia akan berpindah ke masa lalu dan selalu ke momen yang hampir ia lupakan. Bukan hari besar. Bukan peristiwa penting. Hanya detik-detik kecil: percakapan singkat dengan ibu, senyum kakek di teras, janji yang dulu dianggap sepele.

Ia ingin mengubah banyak hal. Memperingatkan ayahnya. Menghentikan dirinya yang keras kepala. Tapi setiap kali mencoba, jam itu berdetak lebih cepat, memaksanya kembali ke masa kini.

Sampai suatu malam, jam berhenti berdetak.

Cahyo panik. Ia memutar knop itu berkali-kali. Tak ada yang terjadi.

Di dasar jam, ia menemukan ukiran kecil yang belum pernah ia lihat:

“Waktu bukan untuk diperbaiki, hanya untuk dipahami.”

Esoknya, Cahyo memperbaiki jam itu. Kini jarumnya tepat waktu. Tak lagi terlambat lima menit.

Dan anehnya, Cahyo tak merasa kehilangan.

Ia akhirnya mengerti: perjalanan waktu bukan tentang mengubah masa lalu, tapi tentang pulang dengan hati yang lebih lapang.

Jam itu tetap berdetak.

Dan Cahyo pun melangkah ke masa depan tanpa menoleh lagi.


Manusia biasa yang suka membaca, menulis dan berbagi

Posting Komentar