![]() |
| Image by Hung Tran from Pixabay |
Seminggu setelah listrik kamar 303 dimatikan, Gea kembali bertugas malam.
Jam dinding menunjukkan 03.08.
Tidak ada pasien di kamar 303.
Tidak ada listrik.
Tidak ada alat medis.
Namun lorong lantai tiga terasa… hidup.
Lampu lorong mulai berpendar samar. Bukan menyala seperti dialiri sesuatu dari dalam dinding.
Jam 03.10.
Gea mendengar suara *klik*.
Bukan dari kamar 303.
Melainkan dari panel listrik utama rumah sakit.
Ia berlari ke ruang arsip lama, tempat yang sebelumnya tak sempat ia periksa seluruhnya. Di sana, ia menemukan map berlabel:
"PROTOKOL 303 – TIDAK UNTUK PUBLIKASI"
Isinya membuat tangannya gemetar.
Ternyata tahun 1960–1970-an, Rumah Sakit Saint Barbara terlibat dalam sebuah eksperimen rahasia:
penelitian tentang waktu kematian yang bisa diprediksi.
dr. L . bukan korban.
Ia adalah penemu pola 03.17.
Ia menemukan bahwa pada waktu tertentu akibat kombinasi kelelahan, ritme sirkadian, dan sugesti lingkungan—tubuh manusia **lebih mudah “didorong” menuju kematian**.
Kamar 303 sengaja dirancang:
- posisi jendela
- sudut cahaya
- tekanan udara
- bahkan bau antiseptik
Semua untuk memicu kegagalan jantung pada waktu yang sama.Namun dr. L menolak melanjutkan eksperimen.
Ia mencoba menghentikannya.
Malam itu, ia berjaga sendirian.
Dan sistem yang ia ciptakan… bekerja pada dirinya sendiri.
Jam 03.16.
Di akhir map, ada satu catatan tulisan tangan tertanggal *"kemarin".
- “Subjek observasi terbaru: Gea .”
- “Respon emosional tinggi.”
- “Mulai menyadari pola.”
Gea menoleh perlahan.
Lampu lorong menyala penuh.
Di pantulan kaca arsip, ia melihat dirinya sendiri berdiri di sudut ruangan mengenakan seragam perawat lama, model tahun 1961.
Jam terus berdetak.
................................03.17.
Dan untuk pertama kalinya sejak kamar 303 ditutup…........
monitor jantung di lorong menyala kembali.
