Light Articles. Read Now!

Table of Content

Tumbal Kepala Bekas Proyek Jembatan Tahun 1970

Cerita kali ini adalah mengenai kepala yang dijadikan tumbal proyek untuk dijadikan fondasi jembatan yang memang sudah ada sejak masa penjajahan

tumbal kepala bekas proyek

Halo bertemu kembali bersama masdoly yang akan selalu menceritakan kisah-kisah mistis tragedi dan sejarah kelam yang pernah terjadi sambil menggambarkan sebuah ilustrasi suatu cerita atau urbanlejen.

Cerita kali ini adalah mengenai kepala yang dijadikan tumbal proyek untuk dijadikan fondasi jembatan yang memang sudah ada sejak masa penjajahan ratusan tahun lalu yang katanya hal ini banyak terjadi pada proyek konstruksi ra 70-80 an. 

Hai menurut kisah orang tua kebanyakan fenomena tumbal ini terjadi di proyek konstruksi jembatan dan di sana orang-orang proyek akan mencari anak kecil di sekitar lokasi proyek dan anak Malang yang berhasil diculik nantinya akan ditimbun hidup-hidup dengan beton di tiang penyangga jembatan konon. 

Hal ini bertujuan supaya Rohnya kini menjadi pelayan kepada penguasa daerah itu dan kemudian pembangunan akan dilancarkan sehingga membuat jembatan menjadi kokoh dan awet. 

Cerita Dari Pak Yono

Cerita kali ini masdoly ambil dari beberapa sumber (pak Yono) yang terjadi sekitar tahun 1999 yang dialami sendiri Oleh Pak Yono. Ia merupakan seorang pekerja yang kala itu tergabung dalam sebuah proyek untuk merenovasi sebuah jembatan yang hampir roboh yang berada di Jawa Tengah. 

Ia menceritakan kisahnya yang berada di luar Nalar saat itu dalam proyek ini ia bekerja bersama dengan 20 orang pekerja lain dikarenakan konstruksi jembatan yang sudah sangat tua dan sudah tidak memungkinkan untuk dioperasikan lagi. 

Proyek ini mengharuskan para pekerja untuk membongkar dan mengganti semua konstruksi jembatan itu mulai dari bagian atas hingga ke bagian tiang panjang dibawahnya. 

Pak Yono beserta timnya memiliki tugas untuk membuka enam buah tiang panjang yang menopang jembatan tersebut. Setelah bagian atas selesai di bongkar mulailah tim Pak Yono dengan alat beratnya mencabut yang panjang itu satu persatu. 

Dua tiang pancang dari sisi pinggir sudah selesai dicabut hingga Saatnya untuk mencabut yang panjang ketiga yang berada di tengah-tengah yang juga merupakan tiang pancang utama jembatan ini. 

Ada Tengkorak Di Bawah Tiang!

Mulailah dilakukan penggalian di sekitar tiang untuk memudahkan pekerjaan penarikan tiang. Pak Yono mulai mengikatkan rantai di tiang itu untuk selanjutnya ditarik menggunakan excavator. 

Saat tiang telah dapat diambil Betapa terkejutnya Pak Yono dengan tim ketika mereka memeriksa lubang bekas tiang pancang itu. 

Pak Yono menemukan dua buah tengkorak kepala manusia berada di dasar lubang itu. Penemuan ini membuat seluruh pekerja proyek ini pun terkejut. Pak Yono segera melaporkan penemuan ini kepada atasannya yang merupakan pimpro atau pimpinan proyek ini. 

Kedua tengkorak itu pun diambil dan diletakkan di hadapan seluruh pekerja yang berada disana. Setelah diperiksa lagi memang benar itu adalah tengkorak kepala manusia. Sebuah tengkorak seukuran orang dewasa yang sudah kotor dan terlihat sangat tua. 

Pak Yono meminta kepada pimpinan untuk memanggil warga sekitar dan tetua adat sekitar atas penemuan mereka. Namun sayangnya pimpinan proyek ini tidak mau ambil pusing dan menyerahkan kepada Pak Yono. 

"Yaudah kamu kan yang nemuin? Iya kamu yang gugurin aja Atau kamu buang sajalah" ucap pimpinan proyek ini. Pak Yono pun yang sedikit kecewa hanya bisa mengikuti ucapan pimpinan itu. 

Namun disini Pak Yono tidak sampai hati untuk membuang tengkorak itu sehingga ia berinisiatif membungkusnya dengan pakaian yang ia pakai dan menguburkannya di pinggiran sungai itu.

Tengkorak Itu Terbang Pak!

Setelah penemuan itu memang tidak terjadi hal-hal aneh hingga pekerjaan berakhir sekitar pukul lima sore dan mereka pun pulang ke rumah. 

Karena lumayan jauh dari proyek ini pak Yono sampai dirumah pukul setengah sembilan malam, Pak Yono yang sudah lelah segera mandi dan berkumpul dengan keluarganya.

Pak Yono memiliki dua orang anak yang masing-masing berumur 11 dan 6 tahun. Mereka semua berkumpul diruang Tengah sambil menonton TV. Anak pak Yono yang berumur enam tahun saat itu entah kenapa ia terlihat sangat bisa Tidak seperti biasanya. 

Ia sering melihat kearah jendela dan sesekali berkata ada sesuatu yang terbang di luar jendela rumah mereka.

Pak Yono yang sangat lelah dan hampir tertidur itu tiba-tiba dibangunkan oleh anaknya yang kemudian berkata "Bapak, Bapak bangun Pak! ada kepala terbang seperti bola di luar jendela" Pak Yono pun cukup kaget Ia pun langsung berdiri dan melihat ke arah jendela yang ditunjukkan oleh anaknya. 

Saat melihat keluar jendela Pak Yono sangat terkejut ia melihat ada sebuah kepala manusia yang terbang mengitari rumahnya. Saat kepala itu terbang tepat dihadapan Pak Yono dengan sangat jelas Pak Yono bisa melihat kepala itu sudah terlihat hampir menjadi tengkorak namun masih memiliki rambut dan kulit yang sudah kering keriput. Langsung saja Pak Yono menarik anak dan istrinya untuk masuk kedalam kamar. 

Semua Teman Tidak Percaya, Tapi.....

Pagi harinya Pak Yono berangkat ke tempat proyek dan bertemulah dengan teman-temannya. Pak Yono menceritakan kejadian malam itu namun tidak ada yang mempercayainya dan malah menertawainya "udahlah Pak Yono mungkin kamu itu cuma kecapean, nggak mungkinlah ada kepala terbang-terbang begitu Ayolah lanjut kerja!" sahut salah satu temannya.

Namun setelah itu ada sebuah kejadian yang nyaris membunuh salah satu pekerja terjadi.  Tepat di lubang tiang pancang yang ketiga itu seorang pekerja sedang membuka besi-besi yang sudah dilas dengan bergantung di atas lubang itu. 

Bisa dikatakan orang ini sudah sangat profesional dan sudah ahli dalam bidangnya. Semua alat-alat keamanan pun sudah dicek dan tidak ada masalah apapun. 

Namun tiba-tiba salah satu tali yang berada dipinggangnya terputus dan hampir membuatnya masuk ke dalam lubang panjang itu yang mana Di dalam lubang itu masih ada besi tulangan yang menyeret ke atas bekas coran yang diangkat tempo hari. 

Jikalau dia terjatuh ke lubang itu sudah bisa dipastikan bahwa ia akan mati tertancap ke besi itu. Namun Untung saja ada salah satu pekerja yang sedang berada disampingnya saat melihat kejadian itu.

Dengan Sigap ia menendang pria itu hingga jatuh ke arah Sungai. Untunglah tidak terjadi cedera serius dan hanya terkilir di bahu sebelah kiri. Pekerjaan pun langsung dihentikan saat itu juga. 

Untuk mempelajari kesalahan apa yang terjadi pimpinan proyek pun menganalisa bahwa kejadian ini tidak masuk akal. Alat keamanan yang digunakan itu bisa dikatakan masih baru dan hanya beberapa kali saja digunakan. 

Sambungan tali yang terputus pun bisa dikatakan sangat kuat dan mustahil untuk terputus. Dari sini para pekerja mulai menghubungkan Kejadian ini dengan penemuan dua tengkorak tempo hari. 

Satu Kata "Pelit!"

Pimpro ini dikatakan pelit oleh pak Yono karena tidak mau mengeluarkan biaya lebih dan hanya memikirkan agar proyeknya berjalan sesuai target "jika bisa ditangani sendiri ya ditangani sendiri saja!" ucapnya. 

Pekerjaan pun dilanjutkan dengan memperdalam lubang-lubang tiang pancang itu dengan kedalaman yang sudah ditentukan. Untuk yang utama direncanakan hingga kedalaman delapan meter karena sebagai penopang utama dan untuk lubang lainnya hanya di kedalaman separuhnya.

Setelah kurang lebih dua minggu penggalian pun selesai dilakukan. Pak Yono sempat menyarankan kepada Pimpro untuk melakukan sedekah sebelum memasukkan tiang pancang itu karena memang dirasa pekerjaan kali ini cukup aneh dari penemuan tengkorak hingga nyaris membunuh salah satu pekerja. 

Pak Yono khawatir Jika saja dulu saat pembangunan jembatan ini ada tumbal yang dikorbankan di sini. Namun sang pimpinan malah berkata "kalau kalian mau sedekah ya sedekah sana sendiri biaya untuk proyek ini saja sudah tidak mencukupi bahkan bisa saja proyek ini tidak akan ada hasilnya karena pekerjaan kalian yang molor!" 

Pak Yono yang kesal atas ucapan pimpro itu menjadi bodo amat lah ucapnya. Kemudian ia menyarankan kepada seluruh tim untuk berhati-hati dan tidak memaksakan diri. Pekerjaan pun dilanjutkan. 

Lubang-lubang itu awalnya dicer sebagai dasar tumpuan sebelum dimasukkan tiang-tiang yang baru dan Setelah dinyatakan kering tiang pancang pun dimasukkan satu persatu hingga kembali ke lubang tiang utama ini lagi.

Tengkoraknya Bertambah Lagi

Pekerjaan pun terhambat tiang yang direncanakan masuk hingga kedalaman 8 m hanya bisa masuk setengahnya bahkan hingga beberapa kali diangkat dan dimasukkan lagi tetap saja tidak bisa masuk seluruhnya seperti ada sesuatu yang mengganjal di bawah sana. 

Akhirnya diputuskan untuk mengangkat yang itu dan mengecek dalam lubang panjang ini. Padahal sebelumnya sudah dicek bahwa lubang ini bersih bahkan tidak ada satu batang kayu pun di dalam. 

Ketika salah satu pekerja masuk untuk mengecek  Alangkah terkejutnya para pekerja lainnya mendengar teriakan dari dalam lubang itu dan pekerja itupun segera ditarik ke atas dengan nafas yang cepat ia berkata "apes aku Mas aku hari ini coba Mas Yono masuk ini nggak masuk di Nalar Mas nyerah saya Mas ada banyak tulang disana!" 

Pak Yono pun kaget "aku orang yang mengecek dalam lubang aku juga yang terakhir memastikan cor-coran ini sudah kering di dalam sana bersih tidak mungkin ada sesuatu" Ucap pak Yono. 

Para pekerja itu pun berkumpul disekitar lubang ini pak Yono sebagai penanggungjawab penggalian lubang-lubang ini pun mengecek dalam dan ternyata memang benar pak Yono menemukan sangat banyak tulang-belulang. 

Merekapun akhirnya mengeluarkan semua tulang-tulang itu dan diletakkannya di sebuah terpal karena terlihat sangat banyak bisa dikatakan jumlah tulang-tulang itu lebih dari dua manusia namun hanya ada dua tengkorak kepala di sini pak Yono kembali mengatakan pada pimpro "ini aneh Bos, saya yang sudah memastikan lubang ini siap dimasuki tiang saya juga yang terakhir mengecek lubang ini sekarang kok ada banyak sekali tulang-tulang ini!" ucapnya kepada sang bos. 

Pimpro ini pun kembali menanyakan tentang penemuan dua buah tengkorak yang tempo hari ditemukan oleh pak Yono dan meminta Pak Yono untuk menggali dan mengambil kembali tengkorak-tengkorak itu. 

Pak Yono pun menggali lagi lubang tempat ia mengubur tengkorang itu. Pak Yono pun terkejut karena ia hanya menemukan baju yang ia gunakan untuk membungkus tengkorak-tengkorak itu. 

Langsung saja ia menunjukkan kepada si pimpro dan berkata bahwa tengkorak itu telah menghilang. "Lebih baik kita lakukan saja hal yang semestinya kita Panggil ketua di desa ini pemuka agama di desa ini untuk melakukan selamatan dan memakamkan jasad jasad ini dengan layak" ucapnya. 

Akhirnya dipanggillah warga dan pemuka agama di desa itu dan menunjukkan penemuan mereka. 

Kesaksian Warga Setempat

Kejadian ini pun menjadi cukup gempar di tahun 1999. Di sini warga pun menceritakan bahwa jembatan yang mereka bongkar ini merupakan jembatan peninggalan kolonial Belanda dan saat masih beroperasi pun jembatan ini memang terkenal sangat angker. 

Banyak warga melihat penampakan makhluk astral dan juga banyak kecelakaan akibat gangguan-gangguan perwujudan makhluk ini. Warga pun juga menyimpulkan bahwa waktu pembangunan jembatan ini mungkin menggunakan tumpeng agar pembangunan jembatan lancar dan jembatan akan bisa kokoh. 

Akhirnya tetua desa dan warga sekitar sepakat untuk memakamkan jasad jasad ini dengan layak agar arwah pemilik tulang-tulang ini bisa tenang dan dapat kembali ke alam yang semestinya. 

Tulang-tulang ini pun dibersihkan dikafani dan disholatkan di masjid hingga dimakamkan di pemakaman desa tersebut dan setelah prosesi itu pembangunan pun berlanjut. Alhamdulillah tidak ada lagi gangguan yang didapat hingga pekerjaan itu selesai sebelum pembangunan ini selesai.

Pada Akhirnya.....

Pak Yono sempat bermimpi bahwa ia didatangi sosok Pemuda berusia sekitar 18 tahun pemuda itu hanya tersenyum dan Melambaikan tangannya kemudian pemuda itu pun berbalik dan berjalan menuju ke jembatan yang kala itu seakan jembatan itu sudah selesai dibangun. 

Di situ Pak Yono menyimpulkan bahwa mungkin pemuda itu adalah salah satu korban tumbal tiang pancang yang ingin mengucapkan Terimakasih kepada Pak Yono.

Sekiaan cerita tentang Tumbal Kepala Bekas Proyek Jembatan. Mau percaya atau tidak dengan mitos seperti ini kembali ke keyakinan teman-teman masing-masing. Semoga tulisan ini menambah pengetahuan atau hanya menjadi sebatas hiburan untuk teman-teman semua.

Silahkan tulis di kolom komentar jika ada kritik saran atau info yang belum masdoly sampaikan serta silahkan dibagikan jika kalian suka dengan tulisan  ini.

Manusia biasa yang suka membaca, menulis dan berbagi

1 komentar

  1. Hai Admin masdoly.com,

    Perkenalkan, saya Farhan. Saya ingin memberitahu bahwa saya berencana membuat channel YouTube baru dengan tema misteri, kisah nyata, dan horor. Saya adalah mahasiswa salah satu kampus di bandung. Alasan saya ingin membuat channel youtube adalah untuk biaya kuliah sekaligus membantu kedua orang tua saya.

    Saya ingin meminta izin untuk menggunakan beberapa cerita atau artikel yang ada di website masdoly.com sebagai bahan konten YouTube saya. Saya yakin konten-konten masdoly sangat menarik dan bermanfaat untuk melengkapi channel YouTube saya.

    Sebagai bentuk penghargaan, saya akan selalu mencantumkan sumbernya secara jelas di deskripsi video YouTube saya dengan format sebagai berikut:
    Nama Penulis
    Judul Artikel
    Sumber atau link website

    Saya sangat berharap Admin masdoly.com dapat memberikan izin kepada saya untuk menggunakan konten-konten tersebut. Saya yakin dengan kerjasama ini, konten masdoly.com dapat menjangkau lebih banyak audiens dan bermanfaat bagi lebih banyak oran…